banner 120x600

Kaum Muda Penyumbang Kredit Macet Terbesar di Perusahaan Pinjol

Sejumlah anak membaca bersama di dekat dinding bermural di kawasan Tempurejo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

sitepontianak.com – Berdasarkan data bulan November 2023, Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan, ada 19 penyelenggara fintech peer to peer lending yang mengalami kredit macet atau tingkat wanprestasi (TWP) selama 90 hari ke atas, melebihi 5 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman menjelaskan, pihaknya sudah meminta perusahaan pinjol terkait untuk menyiapkan penanganan rencana penurunan nilai TWP di atas 5 persen.

Periode sebelumnya, kata dia, ada 19 perusahaan pinjaman online (pinjol) yang mengalami kredit macet melebihi 5 persen.

Seiring waktu berjalan, 2 pinjol berhasil memperbaiki catatan tersebut dan berhasil menurunkan tingkat kredit macetnya menjadi di bawah 5 persen.

Sayangnya, kata Agusman, pada bulan November, malah terdapat 2 pinjol baru yang masuk ke daftar perusahaan dengan tingkat kredit macet tinggi, melebihi 5 persen.

Berdasarkan data per November 2023, kredit macet pada layanan P2P lending masih didominasi oleh peminjam berusia 19 hingga 34 tahun.

Agusman menjelaskan bahwa nilai outstanding pinjaman macet mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni sekitar Rp 7,4 miliar.

Salah satu faktor yang memicu dominasi peminjam muda adalah akses mudah dalam memperoleh pinjaman tanpamempertimbangkan kemampuan finansial yang dimiliki.

Ia berharap, implementasi aturan terkait penilaian, batasan penerimaan pendanaan, serta upaya edukasi dan sosialisasi dapat mengurangi atau mengendalikan tingkat kredit macet.

TWP90 adalah parameter yang mengukur tingkat kelalaian atau ketidakpenuhan pelunasan kewajiban nasabah fintech selama lebih dari 90 hari setelah jatuh tempo. TWP90 berfungsi sebagai indikator kualitas pendanaan fintech.

Peningkatan rasio TWP90 menandakan adanya risiko terhadap modal perusahaan dan potensi kerugian bagi pemberi pinjaman.

Jumlah perusahaan pinjol dengan tingkat kredit tinggi tersebut sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan dengan Agustus 2023, di mana pada saat itu terdapat 21 perusahaan yang memiliki TWP90 melebihi 5 persen.

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *