sitepontianak.com – Gunung Semeru yang berada di Level III (Siaga) pada awal Januari 2026 ini menambah daftar panjang tantangan mitigasi bencana di Indonesia, menyusul banjir rob di Pontianak dan kebakaran di Bengkayang.
Intensitas gempa letusan yang mencapai ratusan kali dalam sehari menandakan bahwa aktivitas magma di dalam perut gunung masih sangat aktif.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Pada pengamatan Senin (5/1/2026) dini hari saja, tercatat telah terjadi 32 kali gempa letusan. Kondisi ini bahkan lebih ringan dibanding hari sebelumnya, Minggu (4/1), di mana gunung api setinggi 3.676 mdpl ini diguncang 151 kali gempa letusan dalam sehari.
Petugas Pos Pengamatan, Yadi Yuliandi, melaporkan bahwa secara visual asap kawah berwarna putih dan kelabu masih teramati membumbung hingga 300 meter dari puncak.
Selain erupsi, kompleksitas aktivitas juga terlihat dari munculnya gempa guguran, embusan, hingga gempa tektonik jauh.
Zona Bahaya & Rekomendasi PVMBG
Masyarakat diminta mematuhi radius aman yang telah ditetapkan untuk menghindari ancaman awan panas dan lontaran batu pijar:
-
Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Dilarang beraktivitas sejauh 13 km dari puncak.
-
Sempadan Sungai: Dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 17 km dari puncak karena potensi perluasan awan panas.
-
Radius Puncak: Steril dari aktivitas manusia dalam radius 5 km dari kawah/puncak karena rawan lontaran batu pijar.
-
Waspada Lahar Dingin: Masyarakat diimbau waspada terhadap aliran lahar di lembah sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, terutama saat terjadi hujan lebat di wilayah puncak.
Jenis Gempa Frekuensi (Minggu, 4 Jan) Frekuensi (Senin, 5 Jan – 6 Jam Pertama) Potensi Bahaya Letusan/Erupsi 151 kali 32 kali Lontaran material abu & batu pijar. Guguran 10 kali 2 kali Ketidakstabilan kubah lava/awan panas. Embusan 21 kali 1 kali Pelepasan gas vulkanik. Tektonik Jauh 5 kali 2 kali Tekanan regional pada kantong magma.
















