sitepontianak.com, Jakarta – Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras kepada masyarakat. Kebijakan ini dilakukan setelah terbitnya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Badan Pangan Nasional per 3 Juli 2025.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa percepatan dilakukan karena data penerima bantuan pangan juga telah diterima. Dengan demikian, persiapan penyaluran dapat dimulai lebih awal.
“Diharapkan penyaluran bantuan pangan beras ini dapat dimulai pada minggu kedua Juli 2025,” ujar Ketut dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/7/2025).
Program bansos beras ini menargetkan sebanyak 18.277.083 Penerima Bantuan Pangan (PBP) sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Setiap penerima akan mendapatkan 20 kilogram beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025.
Ketut menyebut, realisasi anggaran bansos ini diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada kuartal III tahun ini. “Kami optimistis penyaluran bantuan ini dapat segera dilaksanakan sebagaimana arahan Bapak Menko Perekonomian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi meminta seluruh jajaran, baik di pusat maupun daerah, untuk memastikan program berjalan tepat waktu dan sasaran. Arief menekankan bahwa program ini merupakan instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta daya beli masyarakat.
“Kita harus pastikan program ini berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Arief.
Penyaluran bansos beras ini merupakan bagian dari langkah pemerintah merespons kenaikan harga beras di pasaran, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.

















