sitepontianak.com, Jakarta – Pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 13.000 triliun dalam lima tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Target ambisius ini ditetapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengatakan, target tersebut bukan sekadar rencana, melainkan investasi riil yang terealisasi secara bertahap hingga 2029.
“Dalam lima tahun ke depan, kita memiliki angka Rp 13.000 triliun sebagai target realisasi investasi, bukan sekadar komitmen atau rencana investasi,” ujar Todotua dalam Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Kamis (3/7/2025).
Menurut Todotua, target ini lebih tinggi dibandingkan capaian pemerintahan sebelumnya yang merealisasikan investasi senilai Rp 9.900 triliun dalam 10 tahun terakhir. Untuk tahun ini saja, pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 1.900 triliun.
Pada triwulan pertama 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp 465 triliun, tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hambatan Regulasi
Todotua mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi investasi yang besar, tetapi masih terkendala oleh regulasi yang rumit dan tumpang tindih. Ia menyebutkan, pada 2024 lalu, potensi investasi senilai sekitar Rp 2.000 triliun tidak dapat terealisasi.
“Permasalahan seperti perizinan yang panjang, iklim investasi yang belum kondusif, dan regulasi yang tumpang tindih menjadi kendala utama,” ujarnya.
Sebagai solusi, pemerintah tengah melakukan deregulasi, terutama terkait perizinan untuk kawasan industri, kawasan ekonomi khusus (KEK), dan kawasan perdagangan bebas. Deregulasi ini diharapkan mempersingkat waktu proses izin dan memberikan kepastian kepada investor.
Realisasi 2024 Lampaui Target
Sepanjang 2024, pemerintah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 1.714,2 triliun, tumbuh 20,8 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian ini melampaui dua target utama, yakni target Rencana Strategis (Renstra) sebesar Rp 1.239,3 triliun dan target Presiden sebesar Rp 1.650 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap Indonesia yang semakin membaik.
“Realisasi investasi ini menunjukkan daya tarik Indonesia di mata investor global, baik asing maupun domestik,” kata Rosan.
Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp 900,2 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 814 triliun.
Investasi sepanjang 2024 juga menyerap 2,45 juta tenaga kerja, meningkat lebih dari 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat pergeseran sebaran investasi ke luar Pulau Jawa yang mencapai 52,2 persen dari total investasi nasional.












