banner 120x600 banner 120x600banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Stok Cabai Merah Menipis, Harga Berpotensi Meroket

Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (29/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

sitepontianak.com – Pemerintah mengungkapkan pasokan bahan pokok mulai menipis akhir-akhir ini. Salah satu komoditasnya yaitu cabai yang mulai berkurang, terutama cabai merah dan cabai rawit.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Bambang Sugiarto menyebut, bahkan pasokan cabai merah tengah kritis.

“Cabai merah besar kita bulan ini dalam posisi kritis karena stok kita minus atau kecil sampai September, tapi konsumen cabai merah tidak terlalu banyak,” ujarnya dalam rapat pengendalian inflasi yang disiarkan di Youtube Kemendagri, Senin (8/7/2024).

Menurut Bambang, untuk wilayah Kepulauan Riau tingkat konsumsi cabai merah sangat tinggi. Akan tetapi, dia menegaskan, secara umum pasokan masih aman.

Kendai begitu, beberapa daerah sentra produksi cabai produksinya mulai menurun, sehingga adanya kekhawatiran pasokan yang menurun.

“Tetapi di beberapa daerah khususnya di sentra produksi Lamongan, Tuban, dan Kediri beberapa cabai rawit sendiri mengalami kekeringan dan gagal panen, dan beberapa petani sudah mulai melakukan pembongkaran,” jelas dia.

“Tetapi di beberapa daerah khususnya di sentra produksi Lamongan, Tuban, dan Kediri beberapa cabai rawit sendiri mengalami kekeringan dan gagal panen, dan beberapa petani sudah mulai melakukan pembongkaran,” jelas dia.

“Cabai rawit memang kondisi saat ini dari neraca masih aman namun kita akan mengalami shortage di bulan November-Desember. Namun, secara nasional ada posisi aman di Magelang, Jawa tengah relatif aman dan Jawa barat stok masih aman,” pungkas dia.

Sumber: Suara.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *