banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

RI Bersiap Transformasi Ekonomi Menuju Negara Maju pada 2045

Transaksi menggunakan QRIS. Sebagai ilustrasi digitalisasi ekonomi Indonesia [Envanto]

sitepontianak.com – Melalui program Prakerja, pemerintah menyediakan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, menjangkau hingga 18 juta penerima manfaat sejak awal pelaksanaannya. Lantas sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan dalam mendorong pemerataan konektivitas dan mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital.

Untuk itu, ada sejumlah upaya yang ditempuh. Antara lain melalui pembangunan jaringan fiber optic Palapa Ring, pemanfaatan Satelit Multifungsi Satria bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, hingga yang terbaru mengadopsi teknologi Low Earth Orbit (LEO) satelite.

Inilah paparan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam “The Big Idea Forum CNN with Desi Anwar”.

Selain itu, Menko Bidang Perekonomian juga menyatakan bahwa Indonesia sekarang menjadi negara dengan jumlah perusahaan unicorn dan decacorn terbesar di antara negara-negara lain.

“Indonesia telah menjadi negara dengan jumlah unicorn dan decacorn terbesar di antara negara lain. Salah satunya didorong dengan upaya pemerintah dalam melakukan integrasi dengan negara-negara ASEAN, sehingga dapat lebih mudah dalam mengembangkan dan memperluas jangkauan pasar,” jelas Airlangga Hartarto.

Dikemukakannya inisiatif Indonesia dalam Digital Economic Agreement Framework (DEFA) yang dimulai pada masa Keketuaan ASEAN 2023.

Menurutnya, DEFA telah membuka babak baru dalam integrasi ekonomi digital regional dan diharapkan akan ada peningkatan investasi dan inovasi, peningkatan produktivitas, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Proyeksi menunjukkan bahwa ekonomi digital ASEAN yang bernilai satu triliun dolar Amerika Serikat (AS) pada 2030 bisa meningkat menjadi dua triliun dolar AS berkat pemanfaatan DEFA.

Selain itu, Indonesia dan negara-negara ASEAN juga telah melakukan integrasi pembayaran dengan kebijakan Local Currency Settlement (LCS) melalui penggunaan QRIS, serta menekankan pentingnya keamanan data di tengah berbagai upaya digitalisasi.

Dan disokong oleh perekonomian nasional yang tumbuh stabil di kisaran lima persen dan kemampuan menjaga tingkat inflasi dalam kisaran sasaran, Indonesia semakin optimis dalam mendorong laju transformasi ekonomi menuju negara maju pada 2045.

Indonesia diperkirakan akan memiliki sekitar 320 juta penduduk dengan pendapatan per kapita sekitar 26.000 dolar AS, sehingga ekonomi Indonesia diperkirakan dapat mencapai sekitar sembilan triliun dolar AS.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kinerja berbagai mesin pertumbuhan ekonomi, terutama di era digitalisasi berbagai industri. Yang akan terus diakselerasi sehingga investasi di Indonesia akan lebih ke arah padat modal dan membutuhkan keterampilan baru dari masyarakat. Selain itu, pemerintah juga menempuh berbagai upaya untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing.

Sumber: Suara.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *