banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

TASPEN salurkan Tunjangan Hari Raya 2023 kepada para Pensiunan.

Sumber daya alam Papua yang didominasi dengan lahan dan lautan yang kaya. Sebagai ilustrasi [Pixabay/Ady Arif Fauzan].

sitepontianak.com – Pemerintah Provinsi Papua saat ini fokus kepada pembangunan ekonomi hijau dan biru. Pasalnya hampir 90 persen wilayah setempat memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang baik sehingga harus dikelola secara optimal.

Demikian disampaikan Derek Hegemur, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Papua.

Di Jayapura, pada Rabu (5/6/2024) ia menyatakan pascaterbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB), maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun. Kondisi ini menjadi tugas bersama dalam membangun ekonomi hijau dan biru.

“Pembangunan ekonomi biru dan hijau fokus utamanya adalah pengembangan sektor kelautan dan pertanian, sehingga ini yang menjadi perhatian bersama agar potensi ini bisa menjadi sumber PAD bagi Provinsi Papua,” ungkap Derek Hegemur.

Menilik titik berat pembangunan biru dan hijau Pemerintah Provinsi Papua, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Papua turut mendukung pertumbuhan ekonomi hijau di Provinsi Papua.

Sebagai pengusaha, adalah niat mereka untuk membantu mewujudkan pembangunan berdasarkan kondisi wilayah setempat yang memiliki alam kaya.

Tulus Sianipar, Ketua Apindo Papua di Jayapura pada Kamis (6/6/2024) menyatakan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Papua akan terus memperhatikan sumber ekonomi baru pascapembentukan DOB. Pasalnya inilah salah satu upaya yang baik dari segi administrasi negara.

“Karena hal ini akan berdampak kepada sumber pendapatan di Provinsi Papua, perlu ada pengembangan industri baru guna mendukung peningkatan ekonomi setempat salah satunya industri sawit,” lanjut Tulus Sianipar.

Salah satu upaya adalah peningkatan ekonomi baru melalui pengembangan industri hijau seperti industri sawit sehat dan berkelanjutan.

“Sehingga kami berharap agar Pemerintah Provinsi Papua bisa memaksimalkan sumber perekonomian baru, seperti hasil laut, sektor pariwisata, ekonomi hijau dan sektor jasa,” pungkasnya.

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *