banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Bank Dunia Beberkan Plus Minus Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

Sejumlah siswa menunjukkan makanan gratis saat simulasi program makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (29/2/2024). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

sitepontianak.com – Bank Dunia atau World Bank berkomentar soal program makan bergizi gratis yang dijalankan pemerintah sebelumnya. Hal ini terkuak dalam laporan Bank Dunia bertajuk Indonesia Economic Prospect edisi Juni 2024.

Dalam laporan itu, Bank dia menilai, kebijakan makan bergizi gratis ini bukan hal yang baru, sebab di negara lain telah menjalankan kebijakan itu.

“Dengan semakin meningkatnya penekanan pada kualitas makanan, peran makanan dalam membangun ketahanan dan respons terhadap guncangan, serta memperkuat hubungan dengan pengembangan pasar lokal,” kata Bank Dunia dalam laporannya yang dikutip, Jumat (28/6/2024).

Namun, Bank Dunia menganggap, penanganan stunting lewat makan gratis sebenarnya tidak efektif. Sebab, stunting itu bisa dicegah sejak anak masih dalam periode 1.000 dari awal kehamilan.

“Akan tetapi, makanan di sekolah mungkin berdampak pada keragaman pola makan dan anemia pada anak-anak yang bersekolah, meskipun hal ini bergantung pada komoditas spesifik yang ditawarkan,” kata Bank Dunia.

Selain mengurangi Anemia, Bank Dunia menyebut, bahwa program makanan bergizi gratis banyak manfaatnya. Misalnya, meningkatkan kesehatan dan gizi, meningkatkan kehadiran dan pembelajaran, serta perlindungan sosial.

“Penerapan atau perluasan program ini tidak boleh mengorbankan belanja yang lebih rendah atau perhatian pada intervensi modal manusia penting lainnya. Secara keseluruhan, penting untuk mendefinisikan dan menetapkan tujuan yang jelas untuk program-program tersebut,” imbuh Bank Dunia.

Sebelumnya, Program andalan pemerintah baru Prabowo-Gibran yakni makan bergizi gratis telah mendapat lampu hijau dari pemerintah saat ini. Program tersebut telah disiapkan dana dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 senilai Rp71 triliun.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan RAPBN 2025. Hadir di sana Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo-Gibran Thomas Djiwandono.

“Pada prinsipnya beliau (presiden terpilih) telah menyetujui, termasuk dengan hubungan program-program unggulan dan salah satunya makan bergizi gratis yang sudah dialokasikan dalam anggaran RAPBN 2025 sekitar Rp71 triliun. Tentu ada skala prioritas dan teknis lainnya,” ucap Airlangga dalam konferensi pers, Senin (24/6/2024).

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *