banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Sosok 4 Perempuan Miliarder di Antara 50 Orang Terkaya di Indonesia

Ilustrasi Wanita Karir. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

sitepontianak.com – Terdapat 50 orang terkaya di Indonesia dengan total harta mencapai triliunan rupiah. Rata-rata orang terkaya tersebut adalah para pengusaha.

Di antara pengusaha-pengusaha tersebut, paling banyak mayoritasnya adalah laki-laki. Meski demikian, ada juga pengusaha perempuan yang masuk dalam nominasi orang terkaya di Indonesia.

Dewi Kam, $4,45 miliar

Dewi menjadi orang terkaya urutan ke-10 di Indonesia. Harta kekayaannya $4,45 miliar atau Rp7,15 triliun. Dirinya mendapat harta itu dari saham minoritas perusahaan batu bara bernama Bayan Resources.

Pada 2023, saham tersebut diketahui meningkat tiga kali lipat bahkan lebih. Perempuan berusia 73 tahun ini, juga punya harta dari pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik.

Jenny Quantero, $1,5 miliar

Jenny bersama suaminya, Engki Wibowo menjadi orang terkaya urutan ke-31 di Indonesia. Adapun kekayaannya mencapai $1,5 miliar setara Rp2,41 triliun.

Kekayaan sepasang suami-istri tersebut bersumber dari perusahaan batubara Bayan Resources. Pada 2004, mereka berdua juga membantu Low Tuck Kwong dalam pendirian perusahaan tersebut.

Arini Subianto, $1,34 miliar

Forbes mencatat nama Arini Subianto bersama keluarganya di posisi 36 se-Indonesia. Harta kekayaan yang dimiliki sebesar $1,34 miliar atau Rp2,15 triliun.

Asal muasal harta tersebut dari perusahaan induk keluarga: Persada Capital Investama. Arini juga menjabat sebagai presiden direktur di perusahaan tersebut.

Investasi Persada sangat banyak. Mulai dari produk minyak kelapa sawit, pengolahan karet, batu bara, hingga kayu. Saham minoritas Adaro Energy tercatat sebagai milik Persada.

Marina Budiman, $1,1 miliar

Marina menduduki kursi 47 sebagai orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan $1,1 miliar setara Rp1,76 triliun.

Perempuan ini adalah pendiri sekaligus presiden komisaris perusahaan pusat data DCI Indonesia yang berdiri sejak 2011 silam.

Dalam proses pendirian perusahaan tersebut, Marina dibantu oleh Otto Toto Sugiri. Mereka bekerja di Bank Bali pada 1985. Lalu pada 1989 bergabung Sigma Cipta Caraka. Terakhir mendirikan Indonet-penyedia layanan internet pertama di Indonesia pada 1994.

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *