banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Iuran Tapera Hanya Bikin Kelas Menengah Semakin Miskin Lagi

Foto udara perumahan subsidi di Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym]

sitepontianak.com – Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Mirah Sumirat menyatakan iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang diambil lewat potong gaji sangat memberatkan bagi pekerja buruh di kelas menengah.

Mirah menyatakan kebijakan iuran yang dibayarkan dengan 2,5 persen dari upah pekerja dan 0,5 persen dibayarkan pemberi kerja itu sangat meberatkan. Tentu kebijakan itu bakal membuat pekerja buruh kian melarat di tengah upah rendah yang diberikan kepada mereka.

Menurutnya, pekerja buruh di kelas menengah saat ini dalam kondisi ekonomi yang sulit. Imbas dari upah rendah ditambah kenaikan harga-harga kebutuhan barang pokok. Belum lagi dampak pandemi Covid-19 kemarin yang membuat tabungan pekerja menjadi terkuras lantaran harus dipakai menutupin kebutuhan sehari-hari.

“Ya di tengah kesulitan, keterpurukan, dan kelemahan ekonomi para pekerja buruh tentu PP Tapera ini membuat semakin terpuruk kehidupan ekonomi pekerja buruh,” kata Mirah, Rabu (29/5/2024).

Mirah memandang kebijakan iuran Tapera sangat memberatkan mereka para pekerja yang berada si kelas menengah. Ia menuntur perhatian pemerintah terhadap kelah menengah yang dirasa kirang.

Ilustrasi buruh [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Ilustrasi buruh [suara.com/Kurniawan Mas’ud]

Berbera dengan kelas bawah yang memiliki bantalan atau jaring pengaman, semisal bantuan sosial; pekerja buruh di kelas menengah justru serasa selalu terhimpit dengan berbagai aturan yang memberatkan.

Mirah meminta pemerintah sebaiknya fokus memberikan subsidi yang lebih luas dan lebih besar lagi kepada pekerja buruh di kelas menengah, ketimbang mengurusi potongan upah karyawan untuk keperluan iuaran Tapera.

“Kalau kelas pekerja itu kelas menengah dari atas kejepit dan dari bawah juga kejepit. Sangat menderita mereka kalau kelas menengah pekerja ini. Ditambah lagi dengan kehadiran PP Tapera ini, makin menderita lagi, semakin miskin lagi,” kata Mirah.

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *