banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Warga Kelurahan Dalam Bugis Terima Penyaluran Bantuan Pangan

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Mulyadi menyerahkan secara simbolis bantuan kepada warga.

sitepontianak.com – Sebanyak 300 orang warga Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur menerima bantuan cadangan beras dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) yang disalurkan oleh Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak. Penyerahan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Mulyadi, di Kantor Lurah Dalam Bugis, Jumat (19/4).

“Pemprov Kalbar melalui DPPP Kota Pontianak menyalurkan beras, mari kita syukuri bahwa pemerintah menaruh perhatian penuh kepada masyarakat Kota Pontianak secara keseluruhan kali ini khususnya di Kelurahan Dalam Bugis,” tuturnya, usai penyerahan bantuan.

Mulyadi menyebut, setiap orang menerima masing-masing paket bantuan berupa bahan pangan pokok, pangan mulai dari beras 5kg, gula, minyak goreng, mie instan, susu kental manis dan lainnya. Dirinya mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemprov Kalbar.

“Kita berharap banyak, bantuan seperti ini dapat kita peroleh di wilayah Kota Pontianak, kami juga berharap penerima dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin,” sebutnya.

Dalam rangka meringankan beban masyarakat, Mulyadi ingin bantuan tersebut dapat mendorong produktivitas warga, khususnya penerima. Sehingga dapat menjadi awal mula pertumbuhan ekonomi warga menjadi mandiri.

“Semoga masyarakat Kota Pontianak dapat terbantu dan merasa diringankan, paling penting untuk mendorong produktivitas kita untuk menjalankan aktivitas keseharian dan bekerja,” ujar Sekda.

Dari penuturan Mulyadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak selalu memonitor harga pangan dan ketersediaan pangan di lapangan. Terkhusus dirinya yang memang memiliki kesenangan untuk berdagang, semakin menaruh perhatian terhadap pengendalian inflasi.

“Kami di Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak bersama Tim Satgas Ketahanan Pangan selalu memantau harga, serta menjaga ketersediaan, alhamdulillah Kota Pontianak tidak terjadi lonjakan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *