banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Mantul, BNI Cetak Laba Bersih Rp 5,33 Triliun di Kuartal I-2024

Gedung BNI. (Dok: BNI)

sitepontianak.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencetak laba bersih sebesar laba bersih sebesar Rp 5,33 triliun di kuartal I tahun 2024, atau tumbuh 2%.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar menjelaskan, laba bersih itu ditopang dari pendapatan bunga Rp15,87 triliun, tumbuh 7,2%. Pada tiga bulan awal tahun ini, BNI menyalurkan kredit sebesar Rp695,16 triliun atau tumbuh 9,6% YoY.

Kemudian, untung tersebut juga diperoleh dari pendapatan non bunga berupa fee-based income dan loan recovery pada kuartal I-2024 mencapai Rp5,1 triliun atau tumbuh 15,9%.

“Fundamental BNI semakin sehat dan kuat berkat program transformasi yang menjadi langkah besar kami untuk terus tumbuh dan berkembang serta beradaptasi terhadap tantangan di tingkat nasional dan global,” ujar Royke dalam konferesi pers secara virtual, Senin (29/4/2024).

Pertumbuhan yang kuat ini juga didukung oleh perbaikan kualitas aset dengan Non Performing Loan (NPL) gross yang turun dari 2,8% pada kuartal I-2023 menjadi 2% pada kuartal I-2024.

Hal ini diikuti pula dengan credit cost yang juga menurun 40 basis poin YoY menjadi 1,0% pada kuartal I-2024.

Royke melanjutkan, BNI berada di jalur yang tepat untuk mencapai aspirasi profitabilitas return on equity (ROE) hingga level 20% pada 2028 mendatang.

Hal ini didasari oleh pertumbuhan aset yang stabil dan berkelanjutan dari segmen prospektif berisiko rendah serta kualitas aset yang semakin sehat.

“Dengan program transformasi ini, kami konsisten melakukan peningkatan kapabilitas SDM dan optimalisasi teknologi sebagai faktor enablers yang krusial. Kami yakin hal ini akan terus mendorong peningkatan produktivitas bisnis, efisiensi operasional, serta kontribusi perusahaan anak,” jelas dia.

Kemudian, tantangan terbesar adalah adanya perubahan perilaku nasabah yang menuntut kecepatan. Untuk merespon hal tersebut BNI pada tahun 2024 akan fokus pada transformasi peningkatan produktivitas tenaga pemasar (sales) di seluruh kantor wilayah dan cabang.

Langkah ini bertujuan agar BNI dapat memberikan layanan yang optimal, responsif, serta secara konsisten memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Transformasi peningkatan produktivitas sales yang dilakukan mencakup peningkatan kapabilitas cross-selling tenaga pemasar, penguatan tools digital sebagai pendukung proses penjualan, serta peningkatan manajemen kinerja yang dapat meningkatkan efektivitas kerja sales.

“Kami percaya bahwa transformasi ini dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan bisnis dan kualitas aset secara keseluruhan di masa depan,” pungkas Royke.

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *