banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Pernah Sentil Hilirisasi Nikel Jokowi: Hidrogen Masa Depan, Ahok Mundur dari Komut Pertamina,

Presiden Jokowi dan Ahok (Instagram Ahok)

sitepontianak.com – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara resmi mengundurkan diri dari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut membuktikan surat resign-nya pada akun Instagram pribadinya @basukibtp, Jumat (2/2/2024).

“Unggahan ini merupakan bukti tanda terima Surat Pengunduran Diri saya sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) yang saya serahkan hari ini, 2 Februari 2024,” tulis Ahok.

Alasan Ahok mundur karena dirinya akan ikut berkampanye untuk memenangkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

“Dengan ini, saya menyatakan mendukung serta akan ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Hal ini agar tidak ada lagi kebingungan terkait arah politik saya,” katanya,

“Merdeka! Merdeka! Merdeka!” pungkas postingan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ahok sendiri pernah mengkritik soal hilirisasi nikel Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu saat masih menjabat Komut.

Dia bilang komoditas nikel bukan satu-satunya masa depan untuk Indonesia.

Ahok mengungkapkan masa depan energi baru terbarukan bukan hanya nikel saja tapi hidrogen juga.

Ahok mengatakan ini saat meresmikan fasilitas stasiun pengisian bahan bakar hidrogen atau SPBH yang dibangun Pertamina di Jakarta, Rabu (17/1/2024).

SPBH ini dikembangkan dalam kolaborasi dengan perusahaan Jepang, Toyota. Meski demikian bukan berarti pernyataannya ini anti kendaraan listrik.

“Saya kira salah satu masa depan itu adalah hidrogen. Kita bukan kritik soal kendaraan listrik, sekarang Tesla, China sudah tinggalkan (baterai) berbasiskan nikel,” kata Ahok.

Menurut Ahok investasi nikel membutuhkan biaya yang besar, jauh lebih mahal ketimbang hidrogen.

“Jadi, artinya apa? Anda harus lakukan investasi yang untuk masuknya itu tinggi, entry barrier-nya tinggi, baru pemain yang lain mau ikut. Repot. Saya kira Pertamina dalam hal ini akan jadi leading,” lanjut Ahok.

Ia mencontohkan perusahaan minyak dan gas Malaysia, Petronas yang bekerja sama dengan Negara Bagian Sarawak. Dalam kerja sama itu semua bus di negara bagian tersebut menggunakan bahan bakar hidrogen.

“Mungkin minggu depan saya mau ketemu orang Petronas, dia kerja sama dengan Negara Bagian Sarawak semua busnya pakai hidrogen. Itu semua Petronas yang lakukan, saya mau dengar dari mereka kenapa Anda berani? Kenapa kita tidak berani? Mulai dulu di Pertamina,” beber mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *