banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Perdagangan Indonesia Makin Mesra dengan India, Defisit Besar dengan China

Jokowi dan PM India Narendra Modi bertemu di sela-sela KTT G20. (Foto: BPMI)

sitepontianak.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia berhasil mencatatkan surplus perdagangan barang dengan beberapa negara, di antaranya dengan India sebesar 1,38 miliar dolar AS, Amerika Serikat sebesar 1,21 miliar dolar AS, dan Filipina sebesar 0,63 miliar dolar AS.

“Surplus terbesar terjadi dengan India, yang didorong oleh ekspor bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta bijih kerak dan abu logam,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia A Widyasanti dalam laporan Berita Statistik Januari 2024 di Jakarta, pada hari Kamis (15/2/2024).

Namun, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan beberapa negara, termasuk China sebesar 1,38 miliar dolar AS, Australia sebesar 0,43 miliar dolar AS, dan Thailand sebesar 0,42 miliar dolar AS.

Defisit perdagangan terbesar dengan China disebabkan oleh ekspor mesin dan peralatan mekanis serta komponennya, mesin dan peralatan listrik serta komponennya, serta produk plastik dan barang dari plastik.

Sementara itu, nilai ekspor pada Januari 2024 mencapai 20,52 miliar dolar AS, mengalami penurunan sebesar 8,34 persen dibandingkan dengan bulan Desember 2023. Nilai impor pada periode yang sama mencapai 18,51 miliar dolar AS, turun sebesar 3,13 persen dibandingkan dengan bulan Desember 2023.

Dalam kesempatan yang sama, pada awal tahun ini, neraca perdagangan barang Indonesia kembali mengalami surplus sebesar 2,02 miliar dolar AS.

“Pada periode ini, neraca perdagangan Indonesia telah mengalami surplus selama 45 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ungkap Amalia.

Dia menambahkan bahwa jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 1,27 miliar dolar AS jika dibandingkan dengan bulan Desember 2023 yang mencapai 3,31 miliar dolar AS. Surplus perdagangan pada Januari 2024 ini mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya dan juga bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Surplus perdagangan Indonesia didorong terutama oleh komoditas nonmigas senilai 3,32 miliar dolar AS. Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama surplus adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.

BPS juga mencatat bahwa neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar 1,03 miliar dolar AS, dengan hasil minyak dan minyak mentah sebagai penyumbang defisit utama. Defisit ini mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya, yang mencapai 1,89 miliar dolar AS.

 

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *