banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

KEK Tanjung Lesung, Rekomendasi Bagi Warga Asing Beli Properti

KEK Tanjung Lesung memiliki proyek sejumlah villa di resort pantai dengan harga jual bervariasi.

sitepontianak.com – Pemerintah sudah mengeluarkan regulasi yang memudahkan warga negara asing membeli rumah atau apartemen hanya bermodalkan paspor. Dinilai pengamat properti, regulasi ini mampu membuat industri properti di Indonesia menggeliat. Adapun harga jual minimal satuan hunian bagi warga asing ditetapkan beragam menurut wilayah, yakni di kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar per unit.

Namun, sebetulnya ada area-area yang punya kelebihan khusus bagi warga asing untuk memiliki hunian, yaitu area-area kawasan ekonomi khusus (KEK). Di wilayah KEK ini, benefit yang didapatkan warga asing saat membeli properti lebih banyak dibanding diarea-area yang bukan merupakan KEK.

Misalnya, di KEK Tanjung Lesung, Pandeglang-Banten, yang sedang berkembang pesat. Menurut Poernomo Siswoprasetijo Direktur Utama Tanjung Lesung, KEK Tanjung Lesung memiliki proyek sejumlah villa di resort pantai dengan harga jual bervariasi. Mulai dari kisaran Rp 700 juta hingga diatas Rp 5 milyar yang bisa dibeli oleh warga lokal maupun asing.

Di KEK Tanjung Lesung ini, warga asing juga dapat membeli villa hanya dengan bermodalkan paspor, dan mendapatkan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) yang nantinya dapat di-upgrade menjadi KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap).

Selain itu, warga asing bisa memiliki properti atas nama mereka sendiri – tanpa harus menikah dengan warga lokal, tidak perlu terkena pajak barang mewah, dan tanpa harga minimum seperti yang dipersyaratkan di tempat lain.

“Artinya, kalau beli villa di Tanjung Lesung, gak perlu harus mengeluarkan uang seharga 5 milyar (rupiah) untuk dapat hak milik rumah atas nama sendiri. Beli properti kami yang dibawah 1 miliaran (rupiah) pun sudah bisa,” kata Poernomo Siswoprasetijo, ditulis Sabtu (17/2/2024).

Tersedia dua cluster villa yang tersedia di KEK Tanjung Lesung, yaitu cluster Villa Kalicaa dan Ladabay Village. Di mana di Villa Kalicaa Resort ada 5 tipe dengan luas berbeda-beda, yaitu Villa Courtyard, Villa Beranda, Teras, Fuji dan Bora.

Villa tipe Courtyard ada yang tanah seluas 189 m2 dan 345m2, sementara Villa tipe Beranda ada yang luas 420 m2 hingga 532 m2, Villa tipe Fiji luas 390 m2 dan villa tipe Teras seluas 386 serta villa tipe Bora 398 m2 hingga 535 m2. Sedangkan untuk villa Ladabay Village ada 3 tipe yaitu Viria 1BR (bedroom), Viria 2BR dan Tara 1BR.

Poernomo Siswoprasetijo, menerangkan, villa yang dibeli ini bisa dinikmati sendiri maupun menjadi “juragan homestay” untuk passive income. Di mana pihak Tanjung Lesung –salah satu anak usaha PT Jababeka Tbk – menyediakan layanan penyewaan dan perawatan. Sehingga pemilik villa tidak dipusingkan untuk pemasaran villa maupun perawatan, dan tinggal menunggu uang masuk rekening tiap bulannya.

Saat ini, sudah cukup banyak yang membeli villa-villa di KEK Tanjung Lesung. Menurut Poernomo Siswoprasetijo, awal tahun 2024 merupakan momen yang tepat bagi para pembeli villa di Tanjung Lesung mengantisipasi selesainya Tol Serang Panimbang seksi 2 dan 3. Karena, dengan target rampungnya tol menuju Tanjung Lesung di akhir 2024, maka, diperkirakan pertumbuhan kawasan Tanjung Lesung akan tumbuh secara pesat dan diprediksi harga-harga properti tentunya akan naik.

“Dan juga karena Tanjung Lesung sedang dikembangkan menjadi kota wisata alam terbesar berbasis laut terdekat dengan Jakarta. Hal ini untuk memberikan alternatif bagi warga Jakarta yang sudah jenuh dan ingin berwisata di kawasan pantai yang selama ini alternatifnya biasanya, antara ke Jogja atau Bali cukup jauh. Sehingga, memakan biaya transport dan jarak tempuh yang besar,” kata Poernomo Siswoprasetijo.

Dengan lokasi yang hanya 170 km dari Jakarta dengan udara yang segar, alasan banyak pembeli dari kalangan kelas atas yang sekarang membeli villa di KEK Tanjung Lesung. Karena, selain bisa sebagai tempat escape dengan udara yang sehat dari Jakarta, dapat disewakan, potensi kenaikan harga tanah, dan nantinya dapat dimanfaatkan bila ingin dijadikan hunian saat pensiun.

“Mereka (investor) yang sudah beli mungkin sudah membayangkan betapa nyaman tinggal di area dengan udara yang sehat dan pemandangan indah dari luat dan alam yang asri,” kata Poernomo Siswoprasetijo.

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *