banner 120x600

Tahun Politik Kian Panas, Ketidakpastian Bikin Gelisah Investor

Capres nomor urut satu Anies Baswedan (kanan), Capres nomor urut dua Prabowo Subianto (tengah), Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo (kiri) saling berpegangan tangan usai debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

sitepontianak.com – Memasuki tahun politik 2024 yang kian panas membuat para investor di pasar modal Indonesia mulai gelisah.

Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat mengatakan hatan Pemilu 2024 akan berdampak pada industri pasar modal Indonesia. Namun, pengaruhnya tidak akan signifikan karena masyarakat, khususnya investor sudah dapat memilih dan menilai antara dunia bisnis dan dunia politik.

Samsul mengatakan, jika mengacu pada iklim tahun politik di tahun-tahun sebelumnya, memang para investor juga ikut mencermati ditangan siapa Indonesia akan dipimpin. Hal itu menjadi ketidakpastian tersendiri bagi para investor dalam negeri

“Tentunya optimisme harus tetap di bangun walau ada tantangan kedepannya, terberatnya di 2024 akan timbul semacam ketidakpastian siapa yang akan menjadi penyelengara negara maupun orangnya maupun partai apa. Ini sedikit banyak mempengaruhi,” ujarnya di kawasan SCBD Jakarta, Rabu (27/12/2023).

Meskipun demikian, Samsul berharap pasar modal Indonesia tetap dapat berkontribusi maksimal bagi perekonomian dalam negeri sehingga dapat meningkatkan pembiayaan dunia usaha dan memberikan keuntungan bagi investor.

“Jangan tetalu pesimis kita tetap optimis dunia pasar modal akan tetap bertumbuh dan pertumbuhan akan selaku jadi target yang kita kedepankan,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi Dharma Setyadi mengatakan, meskipun di tengah gempuran isu politik, namun pertumbuhan investor di pasar modal diharapkan tetap meningkat seiring dengan akses investasi pasar modal yang semakin mudah dengan infrastruktur yang semakin baik

”Kita tetap berharap tahun politik kedepan tetap tumbuh. Misalnya dalam neraca investment pasar modal, good akses jadi makin banyak yang tau fungsi dan fasilitas KSEI sehingga nasabah merasa portofolio termonitor secara online dengan akses mobile,” pungkasnya.

Sumber: Suara.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *