banner 120x600

Dongkrak SDM Unggul, Kapuas Hulu Luncurkan Program Merdeka Belajar

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan melaunching program Merdeka Belajar di Aula Hotel Banana Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (14/12).

sitepontianak.com – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan melaunching program Merdeka Belajar di Aula Hotel Banana Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (14/12).

Dalam kesempatan ini Bupati Fransiskus Diaan menegaskan para guru kekinian perlu meningkatkan penguasaan TIK. Pemanfaatan TIK akan mendukung proses pendidikan, membuat pendidikan lebih menarik dan interaktif.

“Kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, ini harus disesuaikan oleh para guru,” ujarnya.

Orang nomor satu di Bumi Uncak ini menegaskan, peluncuran merdeka belajar bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia  (SDM) agar terwujud generasi yang unggul dan dapat bersaing dengan negara lain.

“Pelajar memiliki kebebasan untuk mengembangkan diri dan guru harus jeli melihat skill para pelajar dan mengarahkan mereka untuk mengembangkannya. Ini tantangan bagi para guru karena ini hal baru,” kata Bupati Sis.

Untuk diketahui, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu memiliki ratusan gedung SMP dan SD, kondisi sekolah-sekolah tersebut tidak sama dengan sekolah – sekolah kota besar. Ada sekolah yang hanya punya belasan murid, lokasinya pun jauh.

“Kita upayakan menambah tenaga pendidik dengan adanya PPPK. Pendidikan ini bisa berkembang dengan kerjasama semua pihak, kami tidak bisa bekerja sendiri,” tutup Bupati Sis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menegaskan Merdeka Belajar diterapkan agar layanan pendidikan berkualitas untuk peserta didik.

“Kita harus rubah sekolah untuk mengembangkan potensi sesuai kemampuan peserta didik,” katanya.

Dikatakan target utama Disdikbud Kapuas Hulu saat ini adalah meningkatkan kualitas proses pembelajaran dengan meningkatkan sarana prasarananya. Saat ini ada 415 SD dan SMP 106.

“Rentang wilayah yang luas adalah tantangan kita, sarana prasarana juga belum mendukung, terutama Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK harus ditingkatkan karena ini salah satu kunci pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Pewarta: Fira

Editor: Ariz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *