banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Resmi Jadi Menko Marves Ad Interim, Erick Thohir Tangani 30 Proyek Nasional

Erick Thohir ketika ditemui seusai menyaksikan pengundian babak penyisihan grup Piala Dunia U-17 2023 Indonesia, di Jakarta Barat, Jumat (15/9/2023). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

sitepontianak.com – Erick Thohir kini resmi bertanggung jawab atas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) setelah menggantikan Luhut Binsar pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan investasi (Menko Marves).

Dengan demikian, Erick Thohir juga memiliki tanggung jawab untuk mengelola berbagai sektor, termasuk pariwisata, energi, transportasi, kehutanan, perikanan, lingkungan hidup, kedaulatan negara, pemerataan ekonomi, infrastruktur, perubahan iklim, ketahanan bencana, dan revolusi mental.

Menurut Program Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, berikut adalah proyek-proyek utama nasional yang akan dikoordinasikan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) seperti disitat dari Suara.com :

  1. Pengembangan Jalur Kereta Api Makassar-Pare Pare
  2. Integrasi Jaringan Pelabuhan Utama
  3. Pembangunan Pembangkit Listrik 27.000 Megawatt, Transisi 19.000 Kilometer, dan Gardu Induk 38.000 Mega Volt Ampere
  4. Pengembangan dan Pembangunan Kilang Minyak
  5. Konstruksi Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan (2.219 Km)
  6. Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di 6 Wilayah Metropolitan: Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, dan Makassar
  7. Penguatan Keamanan Pesisir di 5 Perkotaan Pantura Jawa
  8. Infrastruktur Jaringan Gas Kota untuk 4 Juta Rumah
  9. Pembangunan 37 Jembatan Udara di Papua
  10. Penyediaan Jalan Trans di 18 Pulau Terpencil, Terluar, dan Terdepan
  11. Pembangunan Jalan Trans Papua Marauke-Sorong
  12. Konstruksi Rumah Susun Perkotaan (1 Juta Unit)
  13. Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas: Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Wakatobi, Likupang, Bangka Belitung, dan Morotai
  14. Pemilihan 9 Kawasan Industri di Luar Jawa dan Pendirian 31 Pabrik Pengolahan
  15. Penerapan Industri 4.0 di 5 Sub Sektor Prioritas: Makanan dan Minuman, Tekstil dan Pakaian Jadi, Otomotif, Elektronik, Kimia, dan Farmasi
  16. Pengembangan Energi Terbarukan B100 Berbasis Kelapa Sawit
  17. Renovasi Tambak di Kawasan Sentra Produksi Udang dan Bandeng
  18. Pembangunan Wilayah Batam-Bintan
  19. Penguatan Jaminan Usaha Serta 350 Korporasi Petani dan Nelayan
  20. Integrasi Pelabuhan Perikanan dan Fish Market Bertaraf Internasional
  21. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN)
  22. Pembangunan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Paloh Aruk, PKSN Nunukan, PKSN Atambua, PKSN Kafemenanu, PKSN Jayapura, dan PKSN Merauke
  23. Pengembangan Wilayah Adat Papua: Wilayah Adat Laa Pago dan Wilayah Adat Domberay
  24. Pengembangan Wilayah Metropolitan (WM) Palembang, WM Banjarmasin, WM Denpasar, dan WM Makassar
  25. Pembangunan Kota Baru (Maja, Tabhybg Selor, Sofifi, Sorong)
  26. Upaya Pemulihan Pasca Bencana di Daerah Terdampak (Kota Palu dan sekitarnya, Pulau Lombok dan sekitarnya, serta Kawasan Pesisir Selat Sunda)
  27. Pemulihan Empat Daerah Aliran Sungai Kritis
  28. Pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah B3
  29. Penguatan Sistem Peringatan Dini Bencana
  30. Penguatan Keamanan Laut di Natuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *