banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Keren, Digitalisasi Video Pendek Masuk ke Lingkungan Pendidikan

Ilustrasi digitalisasi di sekolah.(Unsplash.com)

sitepontianak.com – Digitalisasi video pendek semakin digemari masyarakat dan kini mulai masuk ke lingkungan sekolah.

SnackVideo, platform media sosial video pendek, kali ini masuk ke lingkungan sekolah dengan menggandeng SMA 1 PSKD Jakarta.

Sekolah ini telah menerapkan digitalisasi pendidikan dalam proses belajar mengajar, diantaranya adalah program Online Media dan Broadcasting (OMB) yang diterapkan sejak 2018.

Adapun tujuan dari program ini untuk membantu para siswa mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka di bidang konten dan media online.

Pada penerapan program tersebut, SMA 1 PSKD membiasakan para siswa nya untuk membuat
laporan tugas dalam bentuk video pendek dan live streaming dengan memanfaatkan platform
SnackVideo.

“Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti SMA 1 PSKD Jakarta diharapkan akan  memperkaya konten video pendek yang informatif dan edukatif di SnackVideo,” kata Dina Bhirawa, Head of Marketing SnackVideo Indonesia.

Logo SnackVideo [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Logo SnackVideo [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Misalnya, video pendek berisi materi pelajaran yang dibuat secara kreatif, tidak hanya membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan bagi para siswa, tetapi juga menarik bagi masyarakat umum karena dapat menambah pengetahuan.

Dia menambahkan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan sudah tak terhindarkan.

Pihak sekolah harus jeli melihat dan memilih bentuk digitalisasi pendidikan yang paling sesuai untuk para siswa di sekolahnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Ipsos dan SnackVideo, video pendek telah menjadi platform baru bagi masyarakat untuk mencari informasi dan mengonsumsi konten dengan tingkat penetrasi sebesar 70 persen.

Tak hanya jumlah penontonnya yang bertambah, durasi menonton video pendek juga ikut bertambah, rata-rata mencapai 2,1 jam per hari.

Sebanyak 56 persen responden menonton video pendek untuk mengisi waktu luang, 54 persen untuk hiburan dan relaksasi, sedangkan 41 persen untuk menambah pengetahuan dan keterampilan.

Ini menandakan bahwa konten yang bersifat informatif dan edukatif sangat diminati oleh masyarakat.

“Pembuatan tugas menggunakan platform video pendek juga mengasah kreativitas para siswa sehingga kami berharap dengan adanya program Online Media dan Broadcasting ini akan membantu para siswa dalam mempersiapkan talenta digital,” ujar Yohannes Siagian, kepala sekolah dari SMA 1 PSKD Jakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *