sitepontianak.com – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menutup acara Gawai Dayak “Ngihup Kenelang” di Desa Semitau Hilir, Kecamatan Semitau, Kapuas Hulu, Minggu (16/07).
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan harapannya agar kegiatan Gawai Dayak terus dilaksanakan guna melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya masyarakat Dayak, khususnya di wilayah Kapuas Hulu, sesuai dengan kondisi zaman saat ini.
Bang sis mengungkapkan bahwa Gawai Dayak melibatkan para generasi muda, yang diharapkan dapat mengenal adat istiadat dan seni budaya leluhur Dayak.
“Kegiatan gawai Dayak ini juga melibatkan para generasi muda, inilah keinginan kita bersama agar generasi muda, agar mareka mengenal adat istiadat dan seni budaya leluhur Dayak yang ada, Dimana esensi daripada gawai Dayak ini merupakan ungkapan syukur,” Ucapnya.
Gawai Dayak dianggap sebagai ungkapan syukur bukan hanya atas hasil panen, tetapi juga atas segala rezeki, kesehatan, dan hal-hal positif lainnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menyesuaikan dan mengembangkan adat istiadat sesuai dengan perkembangan zaman, agar tetap relevan dan bisa bertahan dalam era yang maju dan modern.
Bupati juga menegaskan bahwa Gawai Dayak bukanlah sekadar kegiatan hura-hura, mabuk-mabukan, atau pesta pora. Acara tersebut menampilkan seni budaya dan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan dari nenek moyang mereka.
“Di dalam acara Gawai Dayak, juga dilaksanakan perlombaan tradisional dan permainan-permainan tradisional, yang menjadi tugas bagi para generasi muda untuk melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya, tambahnya.
Secara keseluruhan, Bupati menyatakan dukungannya terhadap Gawai Dayak sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya dan adat istiadat masyarakat Dayak, sambil tetap menyesuaikan dan mengembangkannya dengan kondisi zaman yang semakin modern.














