banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Penyakit Rabies Lagi Viral, Kenali Penularan, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Ilustrasi anjing rabies [shutterstock]

sitepontianak.com – Penyakit rabies adalah penyakit menular serius yang disebabkan oleh virus rabies yang menyerang sistem saraf. Virus rabies dapat menyebar melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Penyakit ini dapat mempengaruhi hewan mamalia, termasuk manusia.

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara penularan penyakit rabies, gejala-gejala penyakit, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk melindungi diri dari penyakit ini.

Bagaimana Rabies Menular?

Rabies dapat ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi virus rabies. Selain itu, kontak antara kulit yang terluka dengan lendir atau jaringan tubuh hewan yang terinfeksi dapat juga menularkan penyakit rabies.

Hewan yang paling sering menjadi pembawa virus ini adalah anjing, kucing, monyet, rakun, rubah, dan kelelawar. Virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan perubahan perilaku, kejang, kesulitan bernapas, dan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

ilustrasi rabies, gigitan anjing (aleksandarlittlewolf/Freepik)
ilustrasi rabies, gigitan anjing (aleksandarlittlewolf/Freepik)

Gejala Rabies Pada Manusia

dr. Gede Yuda Sugiarta, MSc dari Klinik Utama ACR CARE menjelaskan penyakit rabies memiliki gejala yang bervariasi.

“Perlu diingat bahwa tidak semua orang yang terinfeksi virus rabies akan menunjukkan gejala secara langsung.”

Melansir suara.com, berikut adalah beberapa gejala umum yang dapat muncul pada individu yang terinfeksi rabies:

Tahap Awal: Demam, sakit kepala, kelelahan, dan rasa tidak nyaman pada lokasi gigitan.
Tahap Berikutnya: Agitasi, kecemasan, fotofobia, perubahan mood, kesulitan tidur, dan kesulitan menelan.
Tahap Akhir: Halusinasi, kejang, paralisis, dan koma.

Pencegahan Penyakit Rabies

Hindari Kontak Langsung: jangan bermain atau menyentuh hewan liar yang tidak dikenal, terutama jika mereka tampak sakit atau berperilaku aneh.

Vaksinasi Hewan Peliharaan: pastikan hewan peliharaan anda mendapatkan vaksinasi rabies yang rutin sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter hewan.

Perlindungan Pribadi: saat bepergian ke daerah yang berisiko tinggi, hindari kontak langsung dengan hewan, pakailah pakaian pelindung, dan gunakan perlengkapan keselamatan seperti sarung tangan.

Tanggapan cepat terhadap gigitan hewan: Jika tergigit oleh hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, segera cari perawatan medis yang tepat dan beri tahu petugas kesehatan tentang situasi tersebut.

Kampanye vaksinasi massal: ikuti kampanye vaksinasi massal yang diadakan oleh pemerintah untuk mengendalikan penyebaran rabies di area tertentu.

Langkah-langkah Pengobatan Rabies

Membersihkan Luka: Jika tergigit, bersihkan luka dengan air dan sabun selama 15 menit untuk mengurangi risiko infeksi.

Vaksinasi Pasca Gigitan: Dokter akan memberikan vaksinasi rabies sesuai dengan jadwal yang ditentukan, yang melibatkan beberapa dosis selama periode waktu tertentu.

Imunoglobulin Rabies: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin juga memberikan imunoglobulin rabies yang bertujuan untuk memberikan perlindungan awal.

Kemudian dokter juga akan memberikan obat-obatan sesuai indikasi seperti obat-obat pereda gejala dan antibiotik. Pada kasus rabies yang berat diperlukan perawatan di ruang intensive care unit (ICU).

Penyakit rabies adalah penyakit serius yang dapat mengancam nyawa. Mengetahui gejala-gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan sangat penting untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita dari penyakit ini. Selalu berhati-hati dan ikuti langkah-langkah pencegahan yang disarankan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anda.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau dokter hewan profesional untuk informasi dan penanganan yang lebih rinci terkait penyakit rabies. (ACR CARE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *