sitepontianak.com – Meski dari sisi permintaan ekspor terindikasi masih moderat, karena perlambatan ekonomi global.
Selain Indonesia, negara ASEAN lainnya yang PMI-nya meningkat adalah Thailand (60,4) dan Myanmar (57,4).
Sedangkan Malaysia masih terkontraksi di level 48,8, begitu pula Jepang, yang terkontraksi di level 49,5.
Menurut Febrio, tetap menguatnya PMI manufaktur Indonesia, tidak lepas dari sentimen bisnis yang masih optimis di sektor manufaktur.
Produsen memandang prospek pertumbuhan jangka pendek relatif baik untuk mendorong output produksi mereka di masa depan.
“Dengan optimisme yang kuat, perkembangan pertumbuhan permintaan yang berkelanjutan harus dijaga. Sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi dan memberikan bantalan yang kuat dalam menghadapi risiko gejolak ekonomi global,” tutupnya. Melansir suara.com.
















