Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melihat lukisan karya para seniman pada Festival Tepi Kapuas dan Pameran Seni Rupa di Rumah Cagar Budaya Gang H Salmah Kelurahan Bansir Laut Kecamatan Pontianak Tenggara.

Jangan Lewatkan Festival Tepi Kapuas dan Pameran Seni Rupa di Rumah Cagar Budaya Gang H Salmah

Komentar
X
Bagikan

sitepontianak.com –¬†Festival Tepi Kapuas dan Pameran Seni Rupa bertema ‘Menuju Pontianak Zero Stunting’ di Rumah Cagar Budaya Gang H Salmah Kelurahan Bansir Laut Kecamatan Pontianak Tenggara mendapat apresiasi dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Festival dan pameran ini dinilainya untuk mengangkat kearifan lokal terutama kehidupan masyarakat tepian sungai Kapuas. Apalagi karya-karya para seniman yang dituangkan dalam lukisan-lukisan bertema Sungai Kapuas itu mengajak para penikmat seni merasakan denyut nadi kehidupan tepian Sungai Kapuas yang sudah ada sejak dahulu.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari ekonomi kreatif dan patut kita dukung untuk terus memeriahkan sisi lain Kota Pontianak yang dituangkan dalam kanvas atau tulisan dengan banyak cerita,” ujarnya usai membuka Festival Tepi Kapuas dan Pameran Seni Rupa yang digelar bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Kalbar di Rumah Cagar Budaya H Salmah, Jumat (17/3/2023).

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada BKKBN yang turut mendukung kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalbar dan unsur lain termasuk swasta dan masyarakat. Sinergi ini harus terus terbangun untuk melestarikan budaya yang sudah ada sejak dulu.

“Ini sebagai permulaan yang baik, kegiatan ini bisa dijadikan agenda tahunan, bisa saja kita laksanakan lebih meluas secara regional maupun nasional,” ungkap Edi.

Dirinya berharap festival dan pameran seni rupa yang mengusung tema Sungai Kapuas ini bisa terus berkelanjutan. Tak lupa pula isu stunting bisa dipadukan dalam kegiatan ini dalam rangka menurunkan angka stunting di Kota Pontianak. Apalagi stunting di Kota Pontianak berhasil diturunkan, dari yang semula di angka 24,4 persen tahun 2021, di tahun 2022 turun menjadi 19,7 persen.

“Kita akan terus menekan angka stunting, mulai dari jemput bola agar anak-anak di Kota Pontianak bebas dari stunting hingga mengedukasi masyarakat dalam mencegah stunting,” katanya.

Festival Tepi Kapuas dan Pameran Seni Rupa bertema ‘Menuju Pontianak Zero Stunting’ di Rumah Cagar Budaya Gang H Salmah Kelurahan Bansir Laut Kecamatan Pontianak Tenggara mendapat apresiasi dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Festival dan pameran ini dinilainya untuk mengangkat kearifan lokal terutama kehidupan masyarakat tepian sungai Kapuas. Apalagi karya-karya para seniman yang dituangkan dalam lukisan-lukisan bertema Sungai Kapuas itu mengajak para penikmat seni merasakan denyut nadi kehidupan tepian Sungai Kapuas yang sudah ada sejak dahulu.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari ekonomi kreatif dan patut kita dukung untuk terus memeriahkan sisi lain Kota Pontianak yang dituangkan dalam kanvas atau tulisan dengan banyak cerita,” ujarnya usai membuka Festival Tepi Kapuas dan Pameran Seni Rupa yang digelar bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Kalbar di Rumah Cagar Budaya H Salmah, Jumat (17/3/2023).

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada BKKBN yang turut mendukung kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalbar dan unsur lain termasuk swasta dan masyarakat. Sinergi ini harus terus terbangun untuk melestarikan budaya yang sudah ada sejak dulu.

“Ini sebagai permulaan yang baik, kegiatan ini bisa dijadikan agenda tahunan, bisa saja kita laksanakan lebih meluas secara regional maupun nasional,” ungkap Edi.

Dirinya berharap festival dan pameran seni rupa yang mengusung tema Sungai Kapuas ini bisa terus berkelanjutan. Tak lupa pula isu stunting bisa dipadukan dalam kegiatan ini dalam rangka menurunkan angka stunting di Kota Pontianak. Apalagi stunting di Kota Pontianak berhasil diturunkan, dari yang semula di angka 24,4 persen tahun 2021, di tahun 2022 turun menjadi 19,7 persen.

“Kita akan terus menekan angka stunting, mulai dari jemput bola agar anak-anak di Kota Pontianak bebas dari stunting hingga mengedukasi masyarakat dalam mencegah stunting,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *