sitepontianak
  • Home
    • Tentang Kami
    • Kode Etik
    • Kode Prilaku Perusahaan Pers
    • Redaksi
    • Disclamer
    • Official Broadcast, Advertising & News Agency
    • pasang iklan
    • indeks
  • Klik Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edukasi
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Kesehatan
    • Tips
    • Konsultasi
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Video
    • Live Streaming
    • SITE PON TV
    • PSO
  • Advertorial
    • Kombis
    • Pariwara
    • Videotronik
  • Lingkungan
  • Kesra
No Result
View All Result
  • Home
    • Tentang Kami
    • Kode Etik
    • Kode Prilaku Perusahaan Pers
    • Redaksi
    • Disclamer
    • Official Broadcast, Advertising & News Agency
    • pasang iklan
    • indeks
  • Klik Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edukasi
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Kesehatan
    • Tips
    • Konsultasi
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Video
    • Live Streaming
    • SITE PON TV
    • PSO
  • Advertorial
    • Kombis
    • Pariwara
    • Videotronik
  • Lingkungan
  • Kesra
No Result
View All Result
sitepontianak
No Result
View All Result

RUU Kesehatan Dinilai Jadi Kemunduran Besar Cita- cita Jaminan Sosial yang Berkualitas

sitepontianak by sitepontianak
18 Februari 2023
in Headline, Nasional, News, News update, Sospolhukam
0
RUU Kesehatan Dinilai Jadi Kemunduran Besar Cita- cita Jaminan Sosial yang Berkualitas

RUU Kesehatan Dinilai Jadi Kemunduran Besar Cita- cita Jaminan Sosial yang Berkualitas

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

sitepontianak.com – Saat ini, DPR RI sedang membahas RUU Kesehatan yang dibuat dengan menggunakan Omnibus Law. Ada 15 UU yang akan disasar oleh RUU Kesehatan ini, diantaranya UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) dan UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS).

Dalam keterangannya, Arief Supriyono, Ketua BPJS Watch Jawa Timur menyampaikan, draft RUU Kesehatan yang pihaknya terima terdapat beberapa pasal yang merevisi UU BPJS. Ini dinyatakan akan sangat mengkhawatirkan dan mengganggu pengelolaan jaminan sosial kesehatan serta jaminan sosial ketenagakerjaan.

Demikian juga, sebut Arief dalam rilis resminya, Kamis (16/2/2023), UU SJSN dan UU BPJS yang sudah direvisi beberapa pasal di UU Cipta Kerja dan UU P2SK akan menjadi bagian yang direvisi lagi dalam RUU Kesehatan.

”Masyarakat akan mengalami kesulitan untuk memahami jaminan sosial karena harus membaca UU SJSN, UU Cipta Kerja, UU P2SK, dan nantinya UU Kesehatan,” ucap Arief menegaskan.

Pada RUU Kesehatan ini, kedudukan BPJS ditempatkan di bawah Menteri. Hal ini dapat dilihat pada Pasal 7 ayat (2) yang menyatakan BPJS bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan untuk BPJS Kesehatan; dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan untuk BPJS Ketenagakerjaan.

Lebih dalam ia mengatakan, di Pasal 13 huruf (k), BPJS berkewajiban melaksanakan penugasan dari kementerian, yaitu penugasan dari Kementerian Kesehatan oleh BPJS Kesehatan dan penugasan dari Kementerian Ketenagakerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Pada UU BPJS dengan sangat jelas Direksi dan Dewan Pengawas BPJS bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan Direksi maupun Dewan Pengawas tidak bisa melaksanakan penugasan dari Menteri.

Demikian juga dalam proses pelaporan pelaksanaan setiap program termasuk kondisi keuangan, BPJS berkewajiban melaporkan secara berkala 6 (enam) bulan sekali kepada Presiden melalui menteri Kesehatan atau Menteri Ketenagakerjaan, dengan tembusan kepada DJSN. Ketentuan ini diatur di Pasal 13 huruf (l).

Dalam UU BPJS, BPJS berkewajiban melaporkan secara berkala 6  bulan sekali langsung kepada Presiden, tanpa melalui Menteri, dengan tembusan kepada DJSN.

Arief menyebutkan, unsur Dewan Pengawas pun mengalami perubahan komposisi. Pada Pasal 21 ayat (3), komposisi Dewan Pengawas BPJS Kesehatan menjadi 2 orang dari Kementerian Kesehatan, 2 orang dari Kementerian Keuangan, 1 orang unsur Pekerja, 1 orang unsur Pemberi Kerja, dan 1 orang unsur tokoh masyarakat.

Lebih lanjut, Pada Pasal 21 ayat (4), komposisi Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan menjadi 2 orang dari Kementerian Ketenagakerjaan, 2 orang dari Kementerian Keuangan, 1 orang unsur Pekerja, 1 orang unsur Pemberi Kerja, dan 1 orang unsur tokoh masyarakat.

Pada UU BPJS, komposisi Dewan Pengawas masing-masing BPJS adalah 2 orang dari unsur Pemerintah (Kementerian Ketenagakerjaan atau Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Keuangan), 2 orang unsur pemberi kerja, 2 orang unsur pekerja, dan 1 orang unsur tokoh masyarakat.

Selain itu, Penambahan jumlah Dewan Pengawas dari unsur Pemerintah tersebut, disertai control kuat Menteri terhadap Dewan Pengawas tersebut. Pasal 21 ayat (9) menyatakan Menteri Kesehatan dan Menteri Ketenagakerjaan dapat meminta laporan anggota Dewan Pengawas dari unsur pemerintahan bidang kesehatan dan bidang ketenagakerjaan, dan mengusulkan penggantian (recall) terhadap anggota Dewan Pengawas dari unsur pemerintahan bidang kesehatan dan bidang ketenagakerjaan kepada Presiden.

Kembali dibeberkan, mengacu pada Pasal 34 ayat (2) usulan pemberhentian Dewas Direksi dilakukan oleh Kemenaker kepada Presiden. Dalam UU BPJS, Menteri tidak bisa mengontrol apalagi mengusulkan pemberhentian Direksi maupun merecall Dewan Pengawas unsur Pemerintah, karena Direksi dan Dewan Pengawas bertanggung jawab langsung ke Presiden.

Pasal 28 mengamanatkan pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) dilakukan oleh Menteri Kesehatan atau Menteri Ketenagakerjaan bersama Menteri Keuangan atas persetujuan Presiden. Dan Menteri Kesehatan dan Menteri Ketenagakerjaan menjadi ketua Pansel untuk bidang Kesehatan dan bidang Ketenagakerjaan.

Dalam hal ini ucap dia, Ketentuan di UU BPJS, Presiden membentuk pansel, dan ketua Pansel bukan Menteri. Dari perbandingan pasal per pasal di atas dengan sangat jelas RUU Kesehatan akan memposisikan Direksi dan Dewan pengawas BPJS (Ketenagakerjaan dan Kesehatan) di bawah Menteri, dan ini berarti mengembalikan BPJS seperti BUMN yang dikontrol oleh Menteri. Sementara itu, dari proses pengangkatan hingga pemberhentian, semuanya dikendalikan Menteri.

”Menteri Ketenagakerjaan akan menjadi pengendali utama BPJS Ketenagakerjaan dan Menteri Kesehatan akan menjadi pengendali BPJS Kesehatan,” sebutnya.

Status Badan Hukum Publik yang diamanatkan Pasal 7 ayat (1) akan menjadi hambar ketika kepentingan public yang diwakili Direksi dan Dewan Pengawas dikendalikan Menteri, dan juga dikendalikan Partai Politik (Parpol).

Menurutnya, Pelaksanaan sistem jaminan sosial nasional berdasarkan tiga asas menurut UU BPJS, yang salah satunya adalah asas manfaat yaitu menggambarkan pengelolaan yang efisien dan efektif, akan sulit terlaksana.

Demikian juga prinsip penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional oleh BPJS akan terganggu dengan hadirnya pasal-pasal dalam RUU Kesehatan tersebut. Intervensi dengan klaim PENUGASAN akan mengganggu pelaksanaan Prinsip Keterbukaan, Prinsip “Kehati-hatian”, Prinsip “Akuntabilitas”, Prinsip “Dana Amanat”, dan Prinsip “Hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk sebesar-besar kepentingan Peserta”, akan terganggu dan akan mendukung penurunan manfaat bagi pekerja dan keluarganya.

Lebih dari itu sambungnya, Prinsip “Dana Amanah” akan menjadi dana “private” yang dikontrol Menteri, akan menurunkan imbal hasil program JHT bagi saldo JHT pekerja, serta imbal hasil program jaminan sosial ketenagakerjaan lainnya yang akan mempengaruhi kualitas pelayanan seluruh program tersebut.

Arief membeberkan, pengelolaan dana pekerja oleh BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini sekitar Rp.630 triliun akan mudah dikendalikan Menteri Ketenagakerjaan. Partai Politik akan leluasa mengendalikan pengelolaan investasi dana pekerja tersebut. Demikian juga aset bersih Dana jaminan sosial (DJS) Program JKN di BPJS Kesehatan yang saat ini sudah mencapai Rp54,7 triliun, serta pendapatan iuran JKN yang mencapai Rp143 triliun (Data akhir Desember 2022), akan rawan digunakan untuk kepentingan lain di luar program JKN.

Dampaknya akan berpotensi menciptakan defisit pembiayaan JKN yang akan berdampak langsung pada penurunan pelayanan JKN kepada masyarakat. Beberapa kasus kerugian pengelolaan dana Jamsostek pada saat masih menjadi BUMN, hingga dipidananya Direktur Utama PT. Jamsostek pada waktu yang lalu merupakan gambaran umum ketika pengelolaan dana jaminan sosial sarat dengan kepentingan pribadi dan politik.

Sementara itu, Maraknya kasus kegagalan investasi yang dialami BUMN asuransi seperti Jiwasraya dan PT. ASABRI beberapa waktu yang lalu, merupakan contoh gagalnya pengelolaan dana peserta ketika Direksi tidak memiliki kewenangan penuh dan independent. Tidak menutup kemungkinan dana pekerja di BPJS Ketenagakerjaan akan menjadi hilang akibat gagal dalam pengelolaannya, gara-gara pasal-pasal di RUU Kesehatan yang merevisi UU BPJS.

Disampaikan nya, Kehadiran RUU Kesehatan menjadi ANTITESIS perjuangan gerakan Serikat Pekerja/Serikat Buruh bersama kelompok Tani, Nelayan, Mahasiswa, dan kelompok masyarakat lainnya yang tergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS).

KAJS di medio 2009 hingga 2011 dengan tegas memperjuangkan lahirnya UU BPJS sebagai badan hukum publik dengan kewenangan dan tugas yang independen dan bertanggung jawab langsung ke Presiden.

KAJS menolak pengelolaan jaminan sosial di bawah kontrol menteri dan berstatus BUMN. BPJS harus bebas dari intervensi Menteri, kepentingan politik perorangan maupun partai politik.

Bila RUU Kesehatan akan mengembalikan BPJS seperti BUMN dan memposisikan Menteri mengontrol BPJS maka RUU Kesehatan menjadi kemunduran besar bagi cita-cita jaminan sosial yang berkualitas, dan RUU Kesehatan menjadi penghianatan besar atas perjuangan KAJS.

Atas permasalahan yang akan timbul dengan revisi UU BPJS pada RUU Kesehatan dan untuk memastikan peningkatan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dan Kesehatan, serta keamanan dan peningkatan investasi dana kelola di BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, maka sudah seharusnya Baleg DPR RI dan Pemerintah mengeluarkan UU BPJS dari RUU Kesehatan.

 

Tags: BPJS Kesehatanomnibus lawRUU Kesehatan
sitepontianak

sitepontianak

Related Posts

Kecelakaan Kerja di PLTU Sukabangun Ketapang, Satu Pekerja Meninggal Dunia
Klik Kalbar

Kecelakaan Kerja di PLTU Sukabangun Ketapang, Satu Pekerja Meninggal Dunia

24 Januari 2026
Akademisi UI Nilai Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Berisiko bagi Kepentingan Nasional
Nasional

Akademisi UI Nilai Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Berisiko bagi Kepentingan Nasional

24 Januari 2026
Menlu Sugiono: Indonesia Aktif di Board of Peace untuk Dorong Kemerdekaan Palestina
Internasional

Menlu Sugiono: Indonesia Aktif di Board of Peace untuk Dorong Kemerdekaan Palestina

24 Januari 2026
Next Post
Event Borneo Night Market Diharapkan Dongkrak UMKM Kabupaten Landak

Event Borneo Night Market Diharapkan Dongkrak UMKM Kabupaten Landak

KMN Apresiasi Umat Gotong Royong Bangun Gereja St. Paulus Pakuraya

KMN Apresiasi Umat Gotong Royong Bangun Gereja St. Paulus Pakuraya

Hasil Pembangunan Infrastruktur Kapuas Hulu TA 2022 Dinilai Baik dan Tepat Waktu

Hasil Pembangunan Infrastruktur Kapuas Hulu TA 2022 Dinilai Baik dan Tepat Waktu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Us

Recommended

Transaksi Perdagangan Karbon RI Baru Rp36,7 Miliar

Transaksi Perdagangan Karbon RI Baru Rp36,7 Miliar

2 tahun ago
Malam Pisah Sambut, Edi – Bahasan Sampaikan Pesan dan Permohonan Maaf

Malam Pisah Sambut, Edi – Bahasan Sampaikan Pesan dan Permohonan Maaf

2 tahun ago
Kemenhub: 107,63 Juta Orang Diprediksi Bakal Wara-wiri di Libur Nataru

Kemenhub: 107,63 Juta Orang Diprediksi Bakal Wara-wiri di Libur Nataru

2 tahun ago
Kericuhan Suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman Meluas ke Luar Stadion Jatidiri, Bus Ikut Rusak, Kaca Pecah

Kericuhan Suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman Meluas ke Luar Stadion Jatidiri, Bus Ikut Rusak, Kaca Pecah

2 tahun ago

Instagram

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

Topics

# Bupati Kapuas Hulu # Bupati Sis # Edi Rusdi Kamtono # Fransiskus Diaan # Jokowi # Pemkab Kapuas Hulu # Pemkot Pontianak # Wabup Kapuas Hulu # Wahyudi Hidayat # Wako Edi # Wali Kota Pontianak #wali kota pontianak edi rusdi kamtono Ani Sofian Bahasan Bank Indonesia beras BPS bri liga 1 BUMN ekonomi erick thohir Fransisikus Diaan IKN inflasi investasi kemnaker korupsi KPK liga 1 OJK pajak Pemerintah Kota Pontianak pemkab landak Pertamina Pertumbuhan ekonomi PHK Pj. Wali Kota Pontianak Prabowo Prabowo Subianto rupiah saham Sri Mulyani Timnas Indonesia UMKM Wakil Wali Kota Pontianak
No Result
View All Result

Advertisement Space Availble

Trending

Kecelakaan Kerja di PLTU Sukabangun Ketapang, Satu Pekerja Meninggal Dunia
Klik Kalbar

Kecelakaan Kerja di PLTU Sukabangun Ketapang, Satu Pekerja Meninggal Dunia

by sitepontianak
24 Januari 2026
0

sitepontianak.com - Kecelakaan kerja terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan...

Akademisi UI Nilai Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Berisiko bagi Kepentingan Nasional

Akademisi UI Nilai Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Berisiko bagi Kepentingan Nasional

24 Januari 2026
Menlu Sugiono: Indonesia Aktif di Board of Peace untuk Dorong Kemerdekaan Palestina

Menlu Sugiono: Indonesia Aktif di Board of Peace untuk Dorong Kemerdekaan Palestina

24 Januari 2026
Presiden Macron Sambut Prabowo di Istana Élysée dalam Jamuan Makan Malam Pribadi

Presiden Macron Sambut Prabowo di Istana Élysée dalam Jamuan Makan Malam Pribadi

24 Januari 2026
Menpar Widiyanti Bantah Disebut Disemprot Komisi VII DPR saat Rapat Kerja

Menpar Widiyanti Bantah Disebut Disemprot Komisi VII DPR saat Rapat Kerja

24 Januari 2026
sitepontianak

Follow us on social media:

Recent News

  • Kecelakaan Kerja di PLTU Sukabangun Ketapang, Satu Pekerja Meninggal Dunia
  • Akademisi UI Nilai Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Berisiko bagi Kepentingan Nasional
  • Menlu Sugiono: Indonesia Aktif di Board of Peace untuk Dorong Kemerdekaan Palestina

Recent News

Kecelakaan Kerja di PLTU Sukabangun Ketapang, Satu Pekerja Meninggal Dunia

Kecelakaan Kerja di PLTU Sukabangun Ketapang, Satu Pekerja Meninggal Dunia

24 Januari 2026
Akademisi UI Nilai Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Berisiko bagi Kepentingan Nasional

Akademisi UI Nilai Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Berisiko bagi Kepentingan Nasional

24 Januari 2026
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Amsi

copyright © 2025 banner 120x600

No Result
View All Result
  • Home
    • Tentang Kami
    • Kode Etik
    • Kode Prilaku Perusahaan Pers
    • Redaksi
    • Disclamer
    • Official Broadcast, Advertising & News Agency
    • pasang iklan
    • indeks
  • Klik Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edukasi
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Kesehatan
    • Tips
    • Konsultasi
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Video
    • Live Streaming
    • SITE PON TV
    • PSO
  • Advertorial
    • Kombis
    • Pariwara
    • Videotronik
  • Lingkungan
  • Kesra

copyright © 2025 banner 120x600


Fatal error: Uncaught ErrorException: md5_file(/home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-content/litespeed/css/35042e6c0c8f31ede37a872c97a40922.css.tmp): Failed to open stream: No such file or directory in /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php:148 Stack trace: #0 [internal function]: litespeed_exception_handler() #1 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php(148): md5_file() #2 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(842): LiteSpeed\Optimizer->serve() #3 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(338): LiteSpeed\Optimize->_build_hash_url() #4 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(265): LiteSpeed\Optimize->_optimize() #5 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(226): LiteSpeed\Optimize->_finalize() #6 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-includes/class-wp-hook.php(341): LiteSpeed\Optimize->finalize() #7 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #8 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/core.cls.php(464): apply_filters() #9 [internal function]: LiteSpeed\Core->send_headers_force() #10 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-includes/functions.php(5481): ob_end_flush() #11 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-includes/class-wp-hook.php(341): wp_ob_end_flush_all() #12 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-includes/class-wp-hook.php(365): WP_Hook->apply_filters() #13 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-includes/plugin.php(522): WP_Hook->do_action() #14 /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-includes/load.php(1308): do_action() #15 [internal function]: shutdown_action_hook() #16 {main} thrown in /home/u1577383/public_html/sitepontianak.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php on line 148